Sabtu, 19 Januari 2013

Tulisan Bebas ke 9 : Ekonomi China Melaju


Nama                          : Nugroho Tri Atmojo
Kelas                           : 4EA16
NPM                           : 15209990
Tulisan Bebas ke 9    : Ekonomi China Melaju
Dosen                          : Sri Murtiasih
Matkul                        : Etika Bisnis #

Pertumbuhan Ekonomi China Melaju

Pertumbuhan ekonomi China bertumbuh 7,9 persen pada kuartal keempat tahun 2012. Ini membaik dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 7,4 persen. Sepanjang tahun 2012 perekonomian China bertumbuh 7,8 persen, pertumbuhan terendah dalam 13 tahun terakhir atau sejak 1999. Demikian pengumuman Biro Statistik Nasional China, di Beijjing, Jumat(18/1).
Walaupun merupakan angka pertumbuhan terendah, pertumbuhan ekonomi china tetap terbilang tinggi pada 2012. Angka ini sangat jauh di atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Jepang yang sama-sama mencatat pertumbuhan 2 persen atau zona euro yang mengalami kontraksi 0,4 persen pada tahun yang sama.
Produk Domestik Bruto (PDB) China pada 2012 senilai 51,93 triliun yuan (8,28 triliun dollar AS atau sekitar Rp 80.727,62 triliun).”Ini pertanda pemulihan China berjalan baik,”kata Zhu Haibin, ekonomi JPMorgan Chase & Co di Hongkong. Sebelumnya, sempat diperkirakan, PDB China akan terpukul akibat kelesuan ekspor ke pasar AS, Eropa, dan Jepang. Ekspor memang turun, tetapi pemerintahan mengeluarkan stimulus ekonomi dengan mendorong pembangunan proyek infrastruktur. Hal ini juga berhasil mendorong pembelanjaan konsumen dan pengeluaran perusahaan.
“Stimulus pemerintah tahun lalu berhasil menstabilkan pertumbuhan dan menjadi fondasi kuat bagi laku ekonomi pada 2013,” kata Dariusz Kowalczyk, bankir dari Credit Angricole CIB. Secara politik kinerja ekonomi ini merupakan kondisi vital di tengah pergantian tampuk kepemimpinan di China pada maret mendatang, ketika Xi Jinping mengambil alih posisi Presiden Hu Jintao.
Namun,China tidak akan pernah bisa kembali ke pola pertumbuhan tinggi,seperti dekade 1990-an dan 2000-an. Rajiv Biswas, dari IHS Global insight,mengatakan, era keemasan pertumbuhan ekonomi tampaknya berakhir seiring penekanan pada kualitas pertumbuhan ekonomi. Biswas mengatakan, pertumbuhan ekonomi China akan berkisar 7-8 persen pada beberapa tahun mendatang. Posisi transisi ini sesuai program pembangunan pemerintah, yang tidak lagi semata-mata mengandalkan kekuatan ekspor dan tenaga buruh berupah murah.
Pertumbuhan sebesar itu sudah menolong ekonomi global sepanjang 2013. Ada juga indikasi pemulihan pertumbuhan di AS, dorongan stimulus Pemerintah Jepang 116 miliar dollar AS untuk perekonomian, dan tanda keadaan terburuk tampak berakhir di 17 negara anggota zona euro.

Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar